TRADISI BUDAYA SIRIH ACEH SEBAGAI SIMBOL KEBANGGAN MASYARAKAT DALAM PERAYAAN PERNIKAHAN

  • Raudhatul Muna Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Siti Mayang Sari Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Lili Kasmini Universitas Bina Bangsa Getsempena
  • Syarfuni Syarfuni Universitas Bina Bangsa Getsempena
Keywords: Tradisi, Budaya Sirih Aceh, Perayaan Pernikahan

Abstract

Perkembangan zaman banyak tradisi budaya aceh yang berkembang. Salah satunya adalah tradisi Ranup hias atau Sirih Hias menjadi ikon dalam acara adat perkawinan orang aceh. (kegiatan merangkai sirih) merupakan tradisi yang ada di daerah Aceh sebagai persiapan hantaran untuk pengantin. Ranup (daun sirih) merupakan lambang kemuliaan bagi masyarakat Aceh untuk memuliakan tamu (peumulia jamee), dalam adat perkawinan Aceh ranup meususon merupakan hantaran penting bagi kedua calon pengantin sebagai simbol kemuliaan dan penyambung komunikasi kedua keluarga mempelai. Ranup yang dulunya hanya berupa sirih yang berisikan pinang, gambir, dan kapur ranup lalu diatur diatas ranup bate sebagai bentuk hantaran dalam adat perkawinan. Seiring perkembangan yang terjadi sekarang bentuk ranup untuk acara perkawinan sudah banyak perubahan dengan berbagai bentuk yang di kreasikan sedemikian rupa dengan berbagai model hingga menjadi sangat menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tradisi budaya sirih aceh sebagai simbol kebanggan masyarakat dalam perayaan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dengan tehnik pengumpulandata yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa tradisi budaya sirih ini terus berkembang dan terus dilestrarikan melalui kegiatan pelatihan pembuatan ranup hias untuk menjaga tradisi budaya aceh dalam adat pernikahan.

Published
2024-12-03
Section
Articles